Article
Analisa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 14 Mei 2018
14 May 2018

JCI



  1. Grafik IHSG sudah naik 2 hari terakhir yang tampaknya akan diikuti penurunan sesaat menyusul sentimen negatif akibat bom di Surabaya dan Sidoarjo.

  2. Mengacu kepada historis bom Thamrin 14 Jan 2016, pasar sempat terkoreksi 1.72?n ditutup melemah tipis 0.53% disusul keesokan harinya naik 0.24%.

  3. Diperkirakan, pengaruh dari bom di Surabaya dan Sidoarjo hanya beberapa hari saja.

  4. Dari posisi tertinggi IHSG di 6693, pasar sudah terkoreksi 11?n terjadi pembalikan arah indeks namun volume transaksi saat pembalikan tidak besar sehingga kenaikan ini masih rentan koreksi.

  5. Indikator Moving Average 20 hari belum tertembus oleh IHSG dari arah bawah, menunjukkan belum terkonfirmasi nya rekomendasi pembelian.

  6. Indikator Williams R di bawah grafik IHSG menunjukkan area relatif murah sehingga untuk investor jangka panjang, sudah boleh mencicil berinvestasi namun kami menyarankan beli apabila pasar mulai naik selama 2 hari berturut-turut pasca bom Surabaya.

  7. Dalam kondisi seperti ini reksa dana yang berinvestasi di saham kategori blue chips biasanya akan naik terlebih dahulu dibandingkan reksa dana yang berinvestasi di saham kategori small-middle caps.

  8. Faktor fundamental lainnya adalah rencana kenaikan suku bunga 7 days reverse-repo rate yang diperkirakan terjadi tanggal 16 Mei 2018.


Reksa Dana Saham Pilihan Minggu Ini : Sucorinvest Flexi Fund


Sucor Flexi Fund


Tabel



  1. Dari grafik dan tabel terlihat kinerja Sucorinvest Flexi Fund (22.18%) jauh mengalahkan indeks Reksa Dana Campuran Infovesta (3.94%)untuk periode 1 tahun terakhir.

  2. Risiko reksa dana ini relative sedikit lebih besar seperti dihitung dari Annulized Risk (7.59%) vs 6.38% Indeks pembandingnya. Namun dengan perbedaan return yang mencolok, perbedaan risiko ini sangat dapat diterima.

  3. Selisih kinerja (spread) dibanding indeks juga membaik, ini menunjukkan strategi Manajer Investasi yang relatif tepat.

  4. Scoring dari Infovesta untuk 6 bulan hingga 5 tahun terakhir juga menunjukkan performa baik yang konsisten.

  5. Dana kelolaan Rp. 358 miliar juga relatif aman dan jauh dari kemungkinan likuidasi (pembubaran) yang berada di Rp. 10 (sepuluh) miliar.

Back