Article
Juara Reksa Dana Tahun Ini : Reksa Dana Pendapatan Tetap
28 Dec 2020

Kenaikan Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) tiga bulan terakhir sejak Oktober hingga menjelang tutup tahun tanggal 23 Desember 2020 masih belum bisa mengejar return instrumen pendapatan tetap (obligasi). IHSG tertambat di 6,008.71 sebelum libur Natal atau terkoreksi -1.79% WoW (week on week) namun masih meneruskan tradisi Window Dressing dengan gain 6.30% MoM (month on month) walaupun secara Year to Date (YTD) masih -4.62%. Sedangkan Indeks LQ45 bersandar di 936.79, turun lebih tajam daripada IHSG yaitu -3.43% WoW dan kinerja sebulan terakhir serta YTD masing-masing 3.90% & -7.66%. Return saham berdampak terhadap return reksa dana berbasis ekuitas seperti tercermin pada Infovesta Equity Fund Index yang berlabuh di 6,881.72 atau -1.18% WoW dan 6.95% MoM serta -9.65% YTD yang artinya tahun ini reksa dana saham masih kalah dibanding benchmark-nya.


Lain dengan kinerja saham, obligasi menunjukkan return cukup bagus ditengah pandemi Covid-19 seperti tampak pada kinerja Infovesta Fixed Income Fund Index yang parker di 4,247.51 dengan return seminggu terakhir 0.16?n 1.44% MoM serta 8.82% YTD, jauh mengalahkan reksa dana saham dan suku bunga deposito.


Untuk tahun depan diperkirakan kinerja reksa dana pendapatan tetap tidak bisa mencapai seperti tahun ini mengingat penurunan suku bunga yang terbatas dan sudah naiknya harga obligasi. Kemungkinan return reksa dana pendapatan tetap tahun 2021 sekitar 6.0 – 7.0% p.a namun angka ini masih jauh lebih baik daripada suku bunga deposito yang berkisar 4.0-4.5% sebelum dipotong pajak bunga.


Kinerja reksa dana pendapatan tetap yang dijual via PT Investamart sebulan terakhir dapat dilihat pada grafik di bawah ini.




Sebulan terakhir return tertinggi diraih Danareksa Melati Pendapatan Utama 2.99% MoM dengan scoring 6 bulan dan 1 tahun terakhir Bintang 3. Disusul RHB Fixed Income Fund2 2.69% MoM dengan scoring 6 bulan dan 1 tahun lebih baik dari Danareksa Melati Pendapatan Utama yaitu Bintang 4. Melihat scoring dan dana kelolaan yang lebih besar serta return yang tidak terpaut jauh plus resiko yang relatif lebih rendah, kami masih merekomendasikan RHB Fixed Income Fund2 sebagai alternatif portfolio penyeimbang reksa dana saham yang sudah investor miliki.


Jika dilihat dari kinerja YTD maka pilihan jatuh kepada Sucorinvest Bond Fund yang meraih scoring 6 bulan dan 1 tahun terakhir Bintang 5 dengan return 15.34% YTD dan dana kelolaan Rp. 511 miliar. Isi portfolio nya lebih banyak obligasi pemerintah sehingga relative aman.


Sebulan terakhir return tertinggi diraih Danareksa Melati Pendapatan Utama 2.99% MoM dengan scoring 6 bulan dan 1 tahun terakhir Bintang 3. Disusul RHB Fixed Income Fund2 2.69% MoM dengan scoring 6 bulan dan 1 tahun lebih baik dari Danareksa Melati Pendapatan Utama yaitu Bintang 4. Melihat scoring dan dana kelolaan yang lebih besar serta return yang tidak terpaut jauh plus resiko yang relatif lebih rendah, kami masih merekomendasikan RHB Fixed Income Fund2 sebagai alternatif portfolio penyeimbang reksa dana saham yang sudah investor miliki.


Jika dilihat dari kinerja YTD maka pilihan jatuh kepada Sucorinvest Bond Fund yang meraih scoring 6 bulan dan 1 tahun terakhir Bintang 5 dengan return 15.34% YTD dan dana kelolaan Rp. 511 miliar. Isi portfolio nya lebih banyak obligasi pemerintah sehingga relative aman.

Back